tak sebutir pasir pun yang membuat kekerabatan kita tersandung dan tak sehelai rambutpun yang akan membuat tali persaudaraan kita terputus kecuali diantar kita lupa untuk saling menyapa dan mendoakan
karena kita saudara
April 17th, 2010 by luluApril 11th, 2010 by lulu
A. Judul
Pemetaan Persepsi Civitas Akademika Universitas Sebelas Maret Surakarta terhadap Merk Notebook Melalui Analisis Multidimensional Scaling.
B. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa perubahan yang cukup besar terhadap perilaku dan lingkungan, baik dalam dunia pendidikan, perusahaan, maupun lingkungan masyarakat secara umum. Perubahan-perubahan yang mengarah pada efektifitas dan efisiensi kerja sangat mewarnai perubahan tersebut. Pengaruh yang paling dramatis terjadi setelah adanya Internet dan World Wide Web. Pengaruh ini dapat dilihat dari meningkatnya popularitas perdagangan elektronik atau e-commerce yang menggabungkan satu bisnis dengan bisnis lainnya (business to business-B2B) dan menggabungkan bisnis dengan customers atau pelanggannya (business to customers-B2C).
Munculnya salah satu perangkat teknologi informasi berupa notebook memberikan kemudahan-kemudahan yang diinginkan oleh masyarakat dalam menunjang kinerja. Notebook di kalangan pelajar, mahasiswa, dan praktisi sekarang ini bukan barang mewah lagi, melainkan telah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki sejalan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Tingginya tingkat mobilitas masyarakat, efisiensi waktu dan efektifitas kerja menjadi pendorong pesatnya pemasaran notebook. Masyarakat menyadari bahwa notebook memberikan kemudahan yang signifikan dalam menunjang kelancaran aktifitas penggunanya sehingga kebutuhan akan notebook terus bertambah dari tahun ke tahun.
Besarnya peningkatan permintaan pasar terhadap notebook diikuti oleh perkembangan jumlah produsen penghasil notebook seperti Toshiba, IBM, Sony, Acer, dan Hewlett Packard (hp), Axio, MSI, Byon, Ben-Q, dan Advance. Seorang pelaku riset pemasaran harus dapat mengidentifikasikan konsumen untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi seorang konsumen dalam memilih sebuah merk notebook baik dari segi kualitasnya maupun faktor yang lainnya.
Metode yang dapat digunakan untuk membuat pemetaan adalah Multidimensional Scaling (MDS). MDS merupakan metode untuk menjelaskan seperangkat variabel atau mengelompokkan berdasarkan variabel-variabel tertentu. MDS dapat mentransformasi atau mengartikan suatu respon data berdasarkan kemiripan ke dalam jarak yang direpresentasikan pada ruang multidimensi. Dengan demikian akan diperoleh pemetaan konsumen mengenai notebook.
C. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah
1. Bagaimana bentuk peta persepsi dari hasil perbandingan merk notebook yang ada di Surakarta?
2. Bagaimana hasil analisis peta persepsi yang telah diperoleh dengan membandingkan posisi merk notebook dalam hati konsumen berdasarkan persepsi atau kemiripan merk notebook?
D. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah
1. Mengetahui bentuk peta persepsi dari hasil pembandingan merk notebook.
2. Menganalisis peta persepsi yang telah diperoleh dengan membandingkan posisi notebook dalam hati konsumen berdasarkan persepsi atau kemiripan merk notebook tersebut.
3. Menentukan kelemahan dan keunggulan dari masing-masing merk notebook.
E. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari kegiatan PKMP ini berupa artikel yang berisi kelemahan dan kelebihan merk laptop sehingga dapat memberikan gambaran atau acuan bagi pihak produsen, penjual dalam menentukan strategi pemasaran di waktu yang akan datang dan informasi kepada masyarakat umum di Surakarta.
F. Kegunaan
Manfaat bagi pihak produsen, penjual, masyarakat
1. Memberikan informasi mengenai posisi merk notebook dengan merk notebook lainnya.
2. Memberikan informasi mengenai kelemahan dan keunggulan merk notebook yang ada di Surakarta.
Manfaat bagi peneliti
1. Menerapkan ilmu statistika sekaligus mengetahui pemetaan merk notebook yang ada di Surakarta..
2. Mengembangkan peran statistika dalam dunia ekonomi bisnis.
G. Tinjauan Pustaka
G.1. Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana skor/ nilai/ ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/ pengamatan yang ingin diukur. Validitas pada umumnya dipermasalahkan berkaitan dengan hasil pengukuran psikologis atau non fisik. Berkaitan dengan karakteristik psikologis, hasil pengukuran yang diperoleh sebenarnya diharapkan dapat menggambarkan atau memberikan skor/ nilai suatu karakteristik lain yang menjadi perhatian utama. Macam validitas umumnya digolongkan dalam tiga kategori besar, yaitu validitas isi (content validity), validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity) dan validitas konstruk. Validitas konstruk digunakan untuk menguji apakah pertanyaan-pertanyaan telah mengukur aspek yang sama Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan mencari korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment

dimana r : koefisien korelasi product moment
X : skor tiap pertanyaan/ item
Y : skor total
N : jumlah responden
Setelah semua korelasi untuk setiap pertanyaan dengan skor total diperoleh, nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan nilai kritik. Selanjutnya, jika nilai koefisien korelasi product moment dari suatu pertanyaan tersebut berada diatas nilai tabel kritik, maka pertanyaan tersebut signifikan.
G.2. Uji Reliabilitas
Realibilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama. Suatu data pada kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten/stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas adalah dengan melihat nilai uji statistik Cronbach’s Alpha yang lebih besar dari nilai 0,6
G. 3. Pengertian dan Konsep Multidimensional Scaling
Multidimensional Scaling (MDS) merupakan suatu teknik atau metode statistika yang digunakan untuk mengukur objek-objek dalam ruang multidimensional didasarkan pada penilaian responden mengenai kemiripan (similarity) objek-objek tersebut. Selanjutnya, nilai kedekatan akan disebut sebagai proximities. Objek merupakan sesuatu (benda) atau suatu kejadian. Perbedaan persepsi di antara semua objek direfleksikan di dalam jarak relatif di antara objek-objek tersebut dalam ruang multidimensional. Prosedur MDS menyediakan informasi yang dipahami sebagai hubungan antar objek ketika dimensi yang mendasari dari suatu penilaian/evaluasi tidak diketahui. Dengan demikian, tujuan utama dari analisis MDS adalah memetakan objek-objek di dalam suatu ruang multidimensional sehingga posisi relatifnya mencerminkan tingkat proximities (kedekatan) antar objek.
Secara umum MDS dapat digolongkan sebagai jenis dari hubungan objek yang diamati dan dapat digabungkan ke dalam analisis data. Dalam sudut pandang lain, MDS juga dapat digolongkan sebagai representasi geometri dari hubungan antar objek. Apapun bentuk yang dihasilkan dapat diwujudkan ke dalam suatu ukuran proximities atau ukuran kesamaan (similarity) atau ketaksamaan (dissimiliraty).
Konsep dalam MDS yaitu seperangkat stimuli seperti merk, produk, dan lainnya dapat disajikan sebagai seperangkat titik dalam suatu peta atau ruang multidimensional. Konsep ini bertujuan mengubah penilaian konsumen mengenai kesamaan atau preferensi mereka (misalnya preferensi atau pilihan mereka akan toko, merk, atau produk tertentu) ke dalam representasi grafis dengan tata letak dan jarak di dalam suatu ruang atau bidang multidimensional. Apabila objek A oleh konsumen dianggap paling mirip dengan objek B dibandingkan dengan objek-objek lainnya, maka stimuli A dan B akan ditempatkan sedemikian rupa pada bidang multidimensional dengan jarak yang paling dekat dibandingkan dengan jarak objek A dengan objek selain B. Pada akhirnya peta persepsi yang dihasilkan akan menunjukkan posisi relatif seluruh objek yang ada.
G.4. Syarat-syarat dalam Penggunaan Analisis Multidimensional Scaling
Untuk dapat menggunakan analisis ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:
§ Data dapat menggunakan berbagai skala pengukuran, misalnya interval, rasio, ordinal, dan nominal. Hal ini dikembalikan kepada kasus yang dihadapi dan teknik yang digunakan.
§ Jika data dalam bentuk keterbedaan, maka data tersebut harus kuantitatif dan diukur dengan skala pengukuran metrik yang sama, misalnya dalam skala interval. Jika data merupakan data multivariat, maka variabel-variabel dapat berupa kuantitatif, biner, atau data hitungan. Jika terdapat perbedaan skala dalam data, misalnya terdapat rupiah, tahun, meter, dan seterusnya, maka data harus distandardisasi dengan prosedur yang telah disediakan dalam teknik ini.
§ Teknik MDS relatif bebas dari asumsi distribusional (misalnya data harus berdistribusi normal dan variansi harus sama), hanya mensyaratkan bahwa peneliti menerima beberapa prinsip mengenai persepsi:
ü Variasi dimensi. Tiap-tiap responden tidak akan menilai suatu stimulus di dalam dimensi yang sama.
ü Variasi kepentingan. Responden tidak menilai kepentingan dimensi pada tingkat yang sama, walaupun seluruh responden menilai dimensi tersebut.
ü Variasi waktu. Pernyataan yang didapatkan dari stimulus-stimulus tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan kata lain peneliti tidak dapat mengharapkan persepsi responden yang stabil dalam jangka waktu yang lama.
§ Jika file data mewakili data antara seperangkat objek atau jarak antara dua perangkat objek, maka harus dilakukan spesifikasi bentuk matriks data untuk memperoleh hasil yang benar. Alternatif yang dapat dipilih dalam SPSS: Square symmetric, Square asymmetric atau Rectangular.
§ MDS menggunakan data yang berbeda untuk membuat solusi penggunaan skala. Jika data merupakan data multivariat, maka kita harus menciptakan data yang berbeda untuk menghitung solusi dengan MDS. Spesifikasi yang dapat dibuat dalam detail-detail data tersebut dengan cara menciptakan pengukuran keterbedaan dari data yang dimiliki.
G. 5. Dimensi
Mengingat tujuan MDS adalah membentuk spatial map yang dapat menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dari data, maka diharapkan dalam map tersebut mempunyai dimensi yang optimal untuk penginterpretasian. Dengan demikian, pengambilan kebijakan-kebijakan dari analisis MDS pun dapat dipertanggungjawabkan.
Suatu ukuran untuk menentukan model MDS adalah menghitung stress, yaitu lack-of-fit measure. Jika stress besar, mengindikasikan model yang kurang baik. Salah satu cara untuk mendapatkan model MDS yang baik adalah dengan menambah jumlah dimensi, karena akan berakibat memperkecil stress.
G. 6. Pengujian reliabilitas dan validitas suatu MDS
Untuk mendapatkan model MDS yang cocok, terdapat beberapa kriteria atau pedoman agar hasil yang didapatkan layak dan dapat digunakan untuk interpretasi sesungguhnya.
§ Nilai index of fit (R2) harus dihitung
Nilai R2 sebesar 0,6 dianggap telah cukup dan semakin bertambah besar dianggap semakin layak.
§ Tinggi rendahnya nilai stress mengindikasikan apakah model MDS baik atau tidak
Seperti R2 (goodness of fit), stress merupakan badness of fit. Semakin kecil stress semakin baik model MDS yang didapatkan. Terdapat patokan mengenai nilai stress. Untuk Kruskal’s stress formula, disarankan untuk mengikuti kriteria Malholtra (1996) pada tabel berikut:
| Stress (persen) | Kondisi |
| 20 | Jelek |
| 10 | Cukup |
| 5 | Baik |
| 2,5 | sangat baik |
| 0 | Sempurna |
H. Metode Pelaksanaan
H.1. Rancangan Penelitian
Pendekatam yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu suatu rancangan penelitian dengan melakukan kuantifikasi data-data yang berupa angka untuk menjawab permasalahan penelitian yang ada. Penelitian ini menggunakan rancangan riset cross-sectional karena pengumpulan data dari responden dilakukan satu kali.
H.2. Data Penelitian
Data yang digunakan adalah data primer, yaitu melakukan survey langsung ke civitas akademika tiap fakultas di Universitas Sebelas Maret Surakarta dalam mencari responden sebagai sampel. Para responden tersebut kemudian diminta mengisi kuesioner yang telah disediakan, sebagai data mentah untuk dianalisis.
H.3. Variabel Penelitian
Variabel-variabel yang diperlukan dalam membentuk persepsi konsumen terhadap notebook yaitu
1. varian produk
2. atribut produk
3. kualitas produk
4. disain produk
5. brand image
6. layanan purna jual
7. saluran distribusi
8. harga
9. promosi
Variabel-variabel tersebut digunakan untuk mengukur kemiripan notebook yang dibandingkan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala 1 sampai 5 dengan kategori sebagai berikut
a) Skala 1 berarti dua notebook yang dibandingkan sangat mirip satu dengan lainnya, berkaitan dengan varian produk, atribut produk, kualitas produk, disain produk, brand image, layanan purna jual, saluran distribusi, harga, dan promosi.
b) Skala 2 berarti dua notebook tertentu yang dibandingkan keduanya mirip satu sama lainnya dari kesembilan variabel yang ada.
c) Skala 3 barati keduanya bisa mirip bisa tidak.
d) Skala 4 berarti keduanya tidak mirip atau berbeda.
e) Skala 5 berarti dua notebook yang dibandingkan sangat tidak mirip (berbeda) satu dengan yang lainnya.
H.4. Batasan Penelitian
Batasan penelitian perlu didefinisikan dengan jelas, sehingga tidak menimbulkan pengertian yang salah bagi responden saat mengisi data. Batasan penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut
1. Pemahaman
Pemahaman disini maksudnya adalah responden memahami kelima merek notebook yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Hewlett Packard (hp), IBM, Sony, Acer, dan Toshiba, ditinjau dari kesembilan variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Responden minimal memahami beberapa variabel utama yaitu atribut produk, kualitas produk, disain produk, brand image, dan harga sudah bisa dijadikan sampel dalam penelitian. Hal ini dilakukan karena kenyataan dilapangan sangat sulit untuk mendapatkan responden yang benar-benar memahami kesembilan variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
2. Kemiripan
Kemiripan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemiripan antar merek notebook yang diteliti ditinjau dari kemiripan beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu varian produk, atribut produk, kualitas produk, disain produk, brand image, layanan purna jual, saluran distribusi, harga, dan promosi. Responden minimal memahami beberapa variabel utama yaitu atribut produk, kualitas produk, disain produk, brand image, dan harga sudah bisa dijadikan sampel dalam penelitian. Hal ini dilakukan karena kenyataan dilapangan sangat sulit untuk mendapatkan responden yang benar-benar memahami dan mengerti tentang kesembilan variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
3. Tahun pembuatan
Karena perkembangan perangkat keras teknologi informasi sangat cepat, maka untuk menyamakan persepsi bahwa notebook yang dibandingkan mempunyai teknologi yang hampir sama maka tahun pembuatan notebook dibatasi dari tahun 2005 sampai 2008 yaitu Hewlett Packard (hp), IBM, Sony, Acer, dan Toshiba
H.5. Metode Analisis Data
Langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut
1. Melakukan uji validitas dan reliabilitas data yang telah diperoleh dari survey lapangan.
2. Pendiskripsian data responden, yaitu civitas akademika Universitas Sebelas Maret Surakarta
3. Melakukan analisis semantik diferensial, yaitu menganalisis antribut-atribut yang dapat dibentuk ke dalam segmen-segmen yang lebih kecil
4. Melakukan uji validitas dan reliabilitas model MDS
5. Melakukan uji keselarasan responden, yaitu menguji apakah persepsi responden untuk semua merk notebook berasal dari sudut pandang yang sama atau tidak.
6. Melakukan analisis posisi masing-masing merk notebook, yaitu menginterpretasikan hasil output yang telah diperoleh.
H.6. Penarikan Kesimpulan
Penarikan simpulan merupakan jawaban dari permasalahan dan tujuan, yang disimpulkan berdasar hasil analisis output dari software software Excel dan SPSS 15 yang diperoleh.
|
Skema Metode Penelitian
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
![]() |
|||||||||||
|
|||||||||||
I. Jadwal Kegiatan Program
| No | Kegiatan | Bulan I | Bulan II | Bulan III | Bulan IV | ||||||||||||
| I | II | III | IV | I | II | III | IV | I | II | III | IV | I | II | III | IV | ||
| 1 | Penyusunan kuesioner | ||||||||||||||||
| 2 | Perancangan sampel | ||||||||||||||||
| 3 | Pengumpulan Data | ||||||||||||||||
| 4 | Analisis dan Interpretasi Data | ||||||||||||||||
| 5 | Penyusunan laporan | ||||||||||||||||
J. Nama dan Biodata Ketua Serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana :
Nama Lengkap : Damar Yuniati
NIM : M0106033
Fakultas/Program Studi : MIPA/Matematika
Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu
2. Anggota Pelaksana :
a. Nama Lengkap : Esi Mestalefa
NIM : M0107032
Fakultas/Program Studi : MIPA/Matematika
Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu
b. Nama Lengkap : Lulu Atul Fajaroh
NIM : M0107037
Fakultas/Program Studi : MIPA/Matematika
Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Waktu untuk kegiatan PKM : 7 jam/minggu
K. Nama dan Biodata Dosen Pendamping
1. Nama : Dra. Yuliana Susanti, M.Si
2. Pangkat/Gol./NIP : Pembina TK I/ IV B/
19611219 198703 2 001
3. Jabatan fungsional : Lektor Kepala
4. Jabatan struktural : -
5. Fakultas/Program studi : MIPA/ Matematika
6. Perguruan tinggi : Universitas Sebelas Maret
7. Bidang Keahlian : Statistika
8. Waktu untuk kegiatan PKM : 5 jam/minggu
L. Rancangan Biaya
1. Akomodasi
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah (Rp) |
| 1.
2. |
Transportasi mengambil data
Konsumsi |
@ Rp. 5.000 /hari
@ Rp. 5.000 /hari |
3 orang x 25 hari
3 orang x 25 hari |
375.000 375.000 |
| Jumlah |
750.000 |
2. Kuesioner
| No | Rincian | Harga Satuan | Banyak | Jumlah (Rp) |
| 1. | Pembuatan kuesioner | @ Rp. 2.000 | 5 lembar |
10.000 |
| 2. | Penggandaan kuesioner | @ Rp. 200 | 400 lembar |
80.000 |
| Jumlah |
90.000 |
3. Laporan Akhir
| No | Rincian | Harga Satuan | Banyak | Jumlah (Rp) |
| 1. | Pembuatan dan setting laporan | @ Rp. 25.000 | 10 buah |
250.000 |
| 2. | Penggandaan dan penjilidan laporan | @ Rp. 25.000 | 10 buah |
250.000 |
| Jumlah |
500.000 |
4. Literatur
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah (Rp) |
| 1
2 3 |
Akses internet
Akses buku dan jurnal Fotocopy literatur |
@ Rp.5.000
@ Rp.20.000 @ Rp.10.000 |
40 jam
10 jam 6 buku |
200.000 200.000
60.000 |
| Jumlah |
460.000 |
5. Kenang-kenangan
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah (Rp) |
| 1 | Kenang-kenangan responden | @ Rp. 3.000 | 400 buah |
1.200.000 |
| Jumlah |
1.200.000 |
6. Jumlah
| No | Rincian |
Jumlah (Rp) |
| 1. | Akomodasi |
750.000 |
| 2. | Kuesioner |
90.000 |
| 3. | Laporan Akhir |
500.000 |
| 4. | Literatur |
460.000 |
| 5. | Kenang-kenangan |
1.200.000 |
| Jumlah Total |
3.000.000 |
M. Daftar Pustaka
www.database.deptan.go.id/bdsp/hasil_ind.asp.
http://forrest.psych.unc.edu/research/alscal.html
http://www.jonathansarwono.info/mvariat/multivariat.htm
www.uni-bonn.de/mathpsyc/doc/delbeke/delbeke.htm
N. Lampiran
N.1. Biodata Ketua Serta Anggota Kelompok
Ketua Pelaksana
Nama Lengkap : Damar Yuniati
NIM : M0106033
Tempat, Tanggal Lahir : Sukoharjo, 14 Juni 1988
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat rumah : Waringin Rejo, RT 01, XX, Cemani, Sukoharjo
No. Telepon : 085640685431
Riwayat Pendidikan :
SD : SDN Serengan II Surakarta
SMP : SLTP N 19 Surakarta
SMA : SMA N 7 Surakarta
PT : Matematika FMIPA UNS
Riwayat Organisasi :
- Staff Dept. Kaderisasi SKI FMIPA UNS 2007
- Staff Bidang Kaderisasi HIMATIKA FMIPA UNS 2007
- Bendahara SALIMA FM HIMATIKA FMIPA UNS
- Bendahara Umum HIMATIKA FMIPA UNS 2008
- Staff Dept. POSDM BEM FMIPA UNS 2008
Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Lulu Atul Fajaroh
NIM : M0107037
Tempat, Tanggal Lahir : Banyumas, 31 mei 1988
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat rumah : Karang Kemiri Rt 01/02, pekuncen,
Banyumas
No. Telepon : 085640771025
Riwayat Pendidikan :
SD : MI Ma’arif NU 02 Karang Kemiri
SMP : SLTP N 2 Ajibarang
SMA : SMA N 2 Purwokerto
PT : Matematika FMIPA UNS
Riwayat Organisasi :
- Staff Dept. Kaderisasi SKI FMIPA UNS 2008
- Staff Bidang Kaderisasi HIMATIKA FMIPA UNS 2008
- Sekretaris SAliMA FM HIMATIKA FMIPA UNS
- koordinator Akhwat Departemen Syiar Islam
b. Nama Lengkap : Esi Mestalefa
NIM : M0107032
Tempat, Tanggal Lahir : Karanganyar, 4 april 1988
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat rumah : Klegen RT 04 RW VIIMalangjiwan
Colomadu Karangayar
No. Telepon :087836080212
Riwayat Pendidikan :
SD : SD N Malangjiwan 06
SMP : SLTP N 2 Surakarta
SMA : SMA N 1 Surakarta
PT : Matematika FMIPA UNS
Riwayat Organisasi :
- Wakil Sekretaris Umum HIMATIKA FMIPA UNS 2008
- Kepala Biro Administrasi Kesekretariatan HIMATIKA FMIPA UNS 2009
- Staff Departemen Kebendaharaan SKI FMIPA UNS 2009
- Staff SAliMA FM HIMATIKA FMIPA UNS
- Koordinator Akhwat Departemen Layanan Umat SKI FMIPA UNS 2010
N. 2. Biodata Dosen Pendamping
1. Nama :Dra. Yuliana Susanti, M.Si
2. Pangkat/Gol./NIP :Pembina TK I/IVB/
19611219 198703 2 001
3. Jabatan fungsional :Lektor Kepala
4. Jabatan struktural :-
5. Fakultas/Program studi :MIPA/ Matematika
6. Perguruan tinggi :Universitas Sebelas Maret
7. Bidang Keahlian :Statistika
8. Waktu untuk kegiatan PKM :5 jam/minggu
silakan download.contoh pkm disini
sistem anrian
April 11th, 2010 by luluA. Judul
Optimalisasi Sistem Antrian Pada Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Wilayah Karisidenan Surakarta yang berlokasi di Kecamatan Gemolong dengan Arena 5.0
B. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari yang semakin dipenuhi dengan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan, waktu merupakan suatu aspek yang penting dan berharga. Padatnya rutinitas menjadikan setiap kegiatan harus terlaksana seefisien mungkin, untuk mendapatkan hasil maksimal tetapi dengan waktu yang singkat. Salah satu bentuk efisiensi waktu adalah meminimalisir adanya waktu menunggu. Menunggu merupakan suatu fenomena yang biasa terjadi apabila kebutuhan akan suatu pelayanan melebihi kapasitas yang tersedia untuk penyelenggaraan pelayanan itu. Hal ini dapat dilihat ketika terjadi baris tunggu dari konsumen, komponen atau mesin-mesin yang sedang menunggu pelayanan, karena pada saat itu bagian pelayanan sedang melayani yang lainnya, sehingga tidak mampu melayani pada saat tersebut.
Sedangkan dalam dunia matematika terapan, menunggu dapat digambarkan sebagai suatu proses antrian. Persoalan antrian, baik skala kecil maupun skala besar membutuhkan penyelesaian serta solusi yang optimal. Antrian dapat ditemui pada beberapa fasilitas pelayanan umum dimana masyarakat atau barang akan mengalami proses antrian dari kedatangan, memasuki antrian, menunggu, hingga proses pelayanan berlangsung. Pada sebuah tempat pembayaran pajak kendaraan bermotor misalnya, pemilik kendaraan bermotor yang datang langsung dapat mengambil nomor antrian, kemudian menunggu sampai nomor antriannya dipanggil untuk melengkapi administrasi, selanjutnya menunggu lagi untuk melakukan pembayaran.
Pembayaran pajak kendaraan bermotor di wilayah Jawa Tengah dapat dilakukan di berbagai tempat, salah satunya adalah di wilayah Gemolong, Kab.Sragen. Sistem jemput bola yang dilakukan oleh SAMSAT \9Sistem Administrasi Satu Atap) Surakarta ke daerah-daerah diharapkan mampu mempermudah masyarakat di wilayah Karisidenan Surakarta untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Penyediaan fasilitas pembayaran pajak tersebut dilakukan setiap hari Senin dan Sabtu, dengan menyediakan tiga loket pembayaran dengan sebuah minibus yang didesain untuk pembayaran pajak. Keterbatasan jumlah loket dan petugas pelayanan,menjadikan antrian pembayaran pajak seringkali panjang, tak beraturan dan memakan waktu yang lama, karena kurangnya system pengaturan yang jelas. Kondisi lokasi pembayaran pun kurang strategis karena area yang kurang luas, padahal jumlah pembayar pajak sangat banyak. Oleh karena itu salah satu bentuk penyelesaian masalah antrian tersebut adalah dengan menggunakan metode simulasi.
Model simulasi atau sering disebut simulasi computer merupakan suatu bagian dari riset operasi yang berfungsi untuk mempelajarikondisi system sesungguhnya dengan ruang lingkup luas menggunakan desain tiruan yang dihasilkan oleh suatu software simulasi. Arena 5.0 merupakan alat yang fleksibel dalam analisis untuk membuat model simulasi animasi yang secara akurat merepresentasikan secara virtual banyak sistem. Arena merupakan solusi yang unggul untuk keputusan bisnis yang lebih baik dengan simulasi. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk memecahkan masalah yang terjadi pada pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut dengan membuat simulasi model antrian pada loket pembayaran rekening listrik dengan menggunakan Arena 5.0 agar pelayanan yang diberikan lebih efektif.
C. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana model antrian pembayaran pajak kendaraan bermotor di wilayah Karisidenan Surakarta yang berlokasi di Kecamatan Gemolong ?
2. Bagaimana optimalisasi system antrian berdasarkan analisis output dari model simulasi dengan Arena 5.0 ?
D. Tujuan
Menentukan sistem antrian yang optimal pada pembayaran pajak kendaraan bermotor wilayah Karisidenan Surakarta yang berlokasi di Kecamatan Gemolong dengan menggunakan Arena 5.0
E. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari kegiatan PKMP ini berupa artikel yang dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan baru yang dapat memberikan gambaran atau acuan bagi pihak SAMSAT Surakarta maupun propinsi Jawa Tengah dalam menentukan strategi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor .
F. Kegunaan Program
Manfaat bagi SAMSAT Surakarta :
Memberikan informasi yang dapat membantu dalam pengambilan kebijakan dalam peningkatan efektifitas pelayanan kepada masyarakat
Manfaat bagi peneliti:
Mengembangkan peran statistika dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam hal pelayanan pajak kendaraan bermotor.
G. Tinjauan Pustaka
G.1 Sistem Antrian
Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayan dan suatu aturan yang mengatur kedatangan para pelanggan dan pemrosesan masalahnya. Unit yang memerlukan pelayanan disebut pelanggan (customer) dan yang melayani disebut pelayan (server). Dalam sistem antrian terdapat unit-unit yang memerlukan pelayanan menolak memasuki sistem antrian jika antrian itu terlalu panjang yang lebih dikenal dengan istilah balking (Dimyati:1999). Pelanggan yang tak sabar dan memutuskan untuk meninggalkan system sebelum dilayani dinamakan reneging (Mulyono:2002)
Komponen Sistem Antrian:
a. Kedatangan
Pola kedatangan para pelanggan dicirikan oleh waktu antar kedatangan, yakni waktu antara kedatangan dua pelanggan yang berurutan pada suatu fasilitas pelayanan. Pola ini dapat deterministik (yakni, diketahui secara pasti) atau berupa suatu variabel acak yang distribusi probabilitasnya dianggap telah diketahui. Pola ini dapat bergantung pada jumlah pelanggan yang berada dalam sistem, atau tidak bergantung pada keadaan system antrian ini. Para pelanggan datang satu per satu atau secara berombongan. Bila tidak disebutkan secara khusus, maka anggapan standarnya adalah bahwa semua pelanggan tiba satu per satu.
b. Pelayanan
Pola pelayanan dicirikan oleh waktu pelayanan (service time), yakni waktu yang dibutuhkan seorang pelayan untuk melayani seorang pelanggan. Waktu pelayanan dapat bersifat deterministik, atau berupa suatu variabel acak yangdistribusi probabilitasnya dianggap telah diketahui. Para pelanggan dapat dilayani oleh satu pelayan atau membutuhkan suatu barisan pelayan. Bila tidak disebutkan secara khusus, maka anggapan dasarnya adalah bahwa satu pelayan saja dapat melayani secara tuntas urusan seorang pelanggan.
c. Fasilitas pelayanan
Fasilitas pelayanan berkaitan erat dengan bentuk baris antrian, yaitu :
1) Bentuk series, dalam satu garis lurus ataupun garis melingkar
2) Bentuk paralel, dalam beberapa garis lurus yang antara yang satu dengan yang lain paralel
d. Disiplin Antrian
Disiplin antrian adalah aturan dimana para pelanggan dilayani, atau disiplin pelayanan (service discipline) yang memuat urutan (order) para pelanggan menerima layanan.
e. Kapasitas Sistem
Kapasitas sistem adalah jumlah maksimum pelanggan, mencakup yang sedang dilayani dan yang berada dalam antrian, yang dapat ditampung oleh fasilitas pelayanan pada saat yang sama. Sebuah sistem yang tidak membatasi jumlah pelanggan di dalam fasilitas pelayanannya memiliki kapasitas tak terhingga, sedangkan suatu sistem yang membatasi jumlah pelanggan memiliki kapasitas berhingga.
f. Sumber Pemanggil
Dalam fasilitas pelayanan, yang berperan sebagai sumber pemanggilan dapat berupa mesin maupun manusia. Bila ada sejumlah mesin yang rusak maka sumber pemanggilan akan berkurang dan tidak dapat melayani pelanggan. Jadi masalahnya adalah apakah
1) Sumber pemanggilan terbatas (finite calling source)
2) Sumber pemanggilan tidak terbatas (infinite calling source)
G.2 Distribusi Probabilitas
1. Distribusi Lognormal
G.3 Uji Kolmogorov Smirnov
G.4 Model Simulasi
Model simulasi atau sering disebut simulasi komputer berfungsi untuk mempelajari kondisi sistem sesungguhnya (real time system) dengan ruang lingkup luas menggunakan desain tiruan yang dihasilkan oleh suatu software simulasi. Pada model simulasi menggunakan software Arena 5.0, terdapat beberapa komponen yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Sistem
Sistem merupakan sekumpulan entitas yang bergerak atau berinteraksi untuk mencapai tujuan berdasarkan alur logika tertentu.
2. Entitas
Entitas merupakan objek yang dikenai bergerak atau berinteraksi berdasarkan
alur logika tertentu.
3. Atribut
Atribut merupakan karakteristik umum dari suatu entitas.
4. Variabel
Variabel merupakan suatu komponen sistem yang mengandung informasi dan
nilainya diperoleh dari eksekusi model simulasi.
5. Resources
Resources merupakan wadah untuk menampung entitas dalam jumlah tertentu. Entitas yang berasal dari suatu Resources dapat bergerak di dalam sistem jika resources tersebut bersifat seize-delay-relase (tampung-berhenti sejenak keluarkan).
6. Queue (antrian)
Ketika entitas tidak dapat bergerak, dapat dimungkinkan sedang terdapat entitas lain yang sedang berproses dalam sistem, sehingga entitas yang tidak dapat bergerak tersebut dapat ditampung dalam suatu wadah sampai entitas lain yang menghambat selesai berproses. Wadah tersebut disebut queue (antrian).
7. Events (kejadian)
Pada skripsi ini terdapat 3 kejadian yaitu kedatangan, pelayanan dan selesai.
8. Statistical accumulators
Komponen ini berfungsi untuk melihat kondisi sistem sesungguhnya berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Pada penelitian ini komponen ini terdiri dari waktu tunggu, panjang antrian, utilitas fasilitas, dan waktu total entitas di dalam sistem.
- Simulation clock (jam simulasi)
Waktu actual pada system sesungguhnya dapat direpresentasikan ke dalam model simulasi lewat suatu variable yang disebut simulation clock.
10. Starting dan stoping
Suatu kondisi yang ditentukan berdasarkan input tertentu dan berfungsi untuk membatasi simulasi yang berjalan.
H. Metode Penelitian
H.1 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Data diambil secara langsung pada sistem antrian yang ada pada loket pembayaran pajak di loket pembayaran pajak kendaraan bermotor wilayah Karisidenan Surakarta. Waktu penelitian dilaksanakan dalam waktu dua bulan.
H.2 Pengolahan Data
Langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:
1. Deskripsi sistem antrian pelanggan di dalam sistem.
2. Deskripsi data yang diperoleh.
Data primer diambil selama 2 bulan berupa data rata-rata waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan. Pengambilan data waktu antar kedatangan dilakukan dengan mengelompokkan banyaknya pelanggan yang dating ke dalam interval waktu dengan lebar kelas 30 menit. Untuk pengambilan data waktu pelayanan digunakan alat bantu stopwatch.
3. Analisis data untuk mengetahui distribusi probabilitas waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan apakah berdistribusi lognormal, normal, gamma atau weibull.
Pada tahap analisis data digunakan Uji kolmogorov smirnov.
4. Diagram alir model simulasi
5. Analisis output model simulasi
Analisis output model merupakan tahap interpretasi output model simulasi
H.2 Penarikan Kesimpulan
Penarikan simpulan merupakan jawaban dari permasalahan dan tujuan, yang disimpulkan berdasar hasil analisis output dari software Arena 5.0 yang diperoleh:
Skema Metode Penelitian :
|
![]() |
I. Jadwal Kegiatan Program
| No | Kegiatan | Bulan I | Bulan II | Bulan III | Bulan IV | ||||||||||||
| I | II | III | IV | I | II | III | IV | I | II | III | IV | I | II | III | IV | ||
| 1 | Perancangan Metode Pengumpulan Data | ||||||||||||||||
| 2 | Pengumpulan Data | ||||||||||||||||
| 3 | Analisis dan Interpretasi Data | ||||||||||||||||
| 4 | Penyusunan laporan | ||||||||||||||||
J. Biaya Pelaksanaan Program
1. Akomodasi
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah(Rp) |
| 1
2. |
Transportasi
Konsumsi |
@ Rp. 20.000 /minggu
@ Rp. 20.000 /minggu |
10 orang x 8
10 orang x 16 |
1.600.000 3.200.000 |
| Jumlah |
4.800.000 |
2. Pengolahan Data
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah(Rp) |
| 1 | Penggunaan Lab.Komputer | @ Rp. 50.000 /minggu | 5 orang x 8 minggu |
2.000.000 |
| Jumlah |
2.000.000 |
3. Laporan Akhir
| No | Rincian | Harga Satuan | Banyak | Jumlah(Rp) |
| 1. | Pembuatan dan setting laporan | @ Rp. 50.000 | 12 buah |
600.000 |
| 2. | Penggandaan dan penjilidan laporan | @ Rp. 25.000 | 5 buah |
125.000 |
| 3. | Biaya perawatan komputer dan laptop | @ Rp.100.000 | 5 buah |
500.000 |
| Jumlah |
1.225.000 |
- Literatur
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah(Rp) |
| 1
2 3 |
Akses internet
Akses Buku dan jurnal Fotocopy literatur |
@ Rp.10.000
@ Rp.20.000 @Rp.25.000 |
40 jam
10 jam 15 buku |
400.000 300.000
375.000 |
| Jumlah |
|
975.000 |
5. Kenang-kenangan
| No | Rincian | Harga satuan | Banyak | Jumlah(Rp) |
| 1 | Kenang-kenangan | @ Rp. 250.000 | 4buah |
1.000.000 |
| Jumlah |
1.000.000 |
6. Jumlah
| No | Rincian | Jumlah (Rp) |
| 1. | Akomodasi |
4.800.000 |
| 2. | Pengolahan Data |
2.000.000 |
| 3. | Laporan Akhir |
1.225.000 |
| 4. | Literatur |
975.000 |
| 5. | Kenang-kenangan |
1.000.000 |
| Jumlah Total |
10.000.000 |
Hello world!
April 11th, 2010 by luluWelcome to UNS Social Network ™.
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM : w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des
Atau kunjungi blog admin
Admin 1 :Ardian M. Prastiawan
Admin 2 :Sri Wahyudi (FMIPA)
Admin 3 :Hendri Desitwanto (FKIP)




